Kuliah Part I : UTS Pertama

800px-KHU_Seoul_Campus

Halo! Hello! Hallo! Hola! 안녕하세요!

Hi guys, ini tulisan pertamaku setelah absen menulis agak lama ya… Well, di tulisan ini aku ingin cerita bagaimana kondisi sekolah atau lebih tepatnya kuliah di Korea Selatan. Hmm, sebenarnya sekalian pingin curhat juga sih. Let’s get started then…

First of all, di Korea untuk masuk ke perguruan tinggi membutuhkan tes. Tes ini dikhususkan untuk pelajar Korea kok, jadi jangan terlalu takut harus bersaing dalam mengikuti ujian tes masuk perguruan tinggi Korea ya. Tapi untuk pelajar internasional, enrollment-nya bisa dikatakan lebih mudah selama kamu punya biaya yang cukup untuk membiayai sesmesterannya. Dan sebagai informasi, biaya perkuliahan di Korea untuk mahasiswa internasional terkadang lebih mahal, terutama di sekolah swasta seperti Yonsei, Korea Univ, Kyunghee, dll. Mungkin berkisar antara >=4.000.000KRW/semester, namun tetap tergantung jurusan yang dipilih.

Untuk persyaratan masuk universitas di Korea (sebagai mahasiswa internasional) cukup beragam. Jika sebelumnya aku bilang dipermudah, bukan berarti semudah itu ya guys, mereka tetap melihat kemampuan dari percapaian akademik kita, tes wawancara/ essay, rekomendasi, sertifkan bahasa, dll, tergantung universitasnya. Supaya lebih lengkapnya bisa check di web universitas masing-masing ya. Dan sebagai tambahan informasi, enrollment di universitas Korea untuk S1 dan S2 diadakan sebanyak 2x dalam setahun, yaitu Februari dan September, sedangkan untuk D3 hanya Februari, alias sekali dalam setahun.

Terus, bagaimana keadaan setelah terdaftar sebagai mahasiswa di sana? Well, overall aku gak tau untuk semua universitas sih, cuma aku ceritakan berdasarkan pengalaman aku saja ya…

Pertama : Pra-Kuliah

Mungkin sekitar 1-2 minggu sebelum kuliah dimulai, kita diharuskan memilih matkul kita sendiri melalu web sekolah. Di sini, kita akan mendapatkan daftar matkul wajib dan jumlah SKS yang harus diambil. Jumlah matkul wajib seringnya gak akan sebanyak jumlah SKS yang harus diambil sehingga kita harus memilih kelas umum untuk memenuhi jumlah SKS yang diminta. Hati-hati guys, di sini adalah waktu yang rawan parah!! Kalian sangat membutuhkan orang yang bisa membantu untuk memberikan saran matkul apa yang asik dengan guru yang baik. Karena jika tidak, bisa end up seperti aku yang salah ambil 2 kelas full bahasa Korea level advance dan di kelas hanya datang untuk mengisi absen :’) so, later do not ever ask about my grade, it would be so da** inappropriate 🙂

Kedua : Waktu Kuliah

Saat kuliah dimulai, kita akan dapat waktu seminggu untuk masuk kelas as TRIAL CLASS, yaitu masuk kelas, merasakan apa kelasnya cocok atau tidak, jika tidak, kita bisa drop kelas dan ganti dengan kelas lain yang menurut kita lebih baik.

Di kelas, kita akan belajar hampir sama persis seperti di Indonesia kok. Duduk, mendengarkan dosen mengajar, nugas, dll. Tapi jika kalian pernah dengar kalau orang Korea belajarnya mati-matian. GREAT! THAT IS REALLY TRUE!! Seperti 2 minggu terakhir ini, adalah ujian pertamaku sebagai mahasiswi di Korea beneran, yaitu UTS!! Jika kalian tahu, Korea Selatan termasuk 5 negara dengan pendidikan terbaik di dunia salah satu alasannya adalah karena pelajar di sini benar-benar mengambil pendidikan sebagai hal yang mutlak dan mati-matian mengejar pendidikan, terutama grades. Saat exam period datang, study room yang terletak di mana-mana yang awalnya hanya buka beberapa jam, akan buka selama 24 jam penuh. Dan yang emang sudah 24 jam ya tetep 24 jam. Semua study rooms akan penuh dengan orang dan bahkan banyak dari mereka yang pinjam kelas atau ruangan exkul untuk belajar. Cara belajar mereka bisa dibilang ekstrim sih dibandingkan di Indonesia. Mungkin pelajar Indonesia yang akan mengikuti SBMPTN/ UNAS/ tes besar lainnya, mereka mangikuti les hingga jam 9-10 malam, kalau di sini, itu sudah kebiasaannya yang emang biasa dilakukan jika tidak ada ujian. INGAT, JIKA TIDAK ADA UJIAN!! So means, kalau ada ujian, ya bisa lebih parah lagi. Banyak dari murid di univku yang rumah mereka memang jauh dari kampus, misal, 2 jam perjalanan dan 4 jam round trip ke/ dari kampus. So ketika exam period datang mereka terkadang memilih untuk menginap di sekolah (lebih tepatnya study room/ kelas yang dipinjam untuk belajar) supaya mereka bisa belajar lebih dari biasanya. So, waktu exam kemarin, karena dormitory-ku dekat ruang belajar, aku sering mendengar lalu lalang orang-orang untuk membeli kopi atau delivery makanan sembari belajar di study room. Kalau aku? Ya karena atmorfer di sini belajarnya kaya orang kesurupan, dan terlebih lagi aku harus belajar pakai bahasa inggris dulu untuk memahami yang kemudian dilanjut pakai bahasa korea karena soalnya pakai bahasa korea, alhasil aku juga ikut-ikutan gak tidur sehari sebelum ujian, yang seriously gak tidur dan nyoba tidur malah mimpiin materi yang aku pelajari selama sejam, kan sama aja gak tidur.

Well, itu adalah era kesengsaraan pelajar korea di sini. Tapi, gimana kalau pasca-exam? Wah, kalau itu waktu dimana mereka pesta besar-besaran. Kalian pasti dengar kan kalau Korea Selatan sangat mendukung budaya minum? Yap, itu adalah karena tingkat kesetresan di sini sangat super dinamik tinggi. Untuk para pekerja, ya karena memang bekerjanya sangat keras hingga terkadang selesai jam 10 malam, perjalan ke rumah 2 jam, paginya harus berangkat jam 7. Bisa dibayangkan lah. Pasca ujian, kalian bakal banyak menemukan para pelajar mabuk dijalan dalam rangka menghilangkan stres. Tapi tenang! Meski budaya minum di korea sudah seperti budaya ngopi, karena saking banyak dan seringnya mereka minum, sangat sangat super sangat jarang orang yang melakukan kejahatan saat mereka mabuk, atau kecelakaan pengendara mabuk, dan kejahatan mabuk lainnya. Paling-paling ya kalian nemu muntahan orang mabuk aja, itu udah paling pol. Bahkan jarang banget ada yang mati keracunan karena oplosan kek di Indonesia. Terkadang aku berfikir, heran aja tinggal di negara dengan tingkat mabuk super tinggi begini tapi Indonesia punya lebih banyak kejahatan manusiawi yang dilakukan dengan sadar. Hmm, apalagi tingkat kejahatan para orang mabuk oplosan. Selain itu orang korea juga sangat suka dengan karaoke, makannya di korea terdapat banyak tempat karaoke, ada yang perjam dan ada yang perkoin.

Okay guys, untuk sementara itu dulu cerita pengalaman aku tentang bagaimana kedaan perkuliahan di Korea ya, for the next writing, just wait for it karena aku belum memikirkan topiknya. So, thank you for giving your pleasure time to read my blog.

Please like/ comment/ share ya. Or, you can also give comment tentang topik apa yang kalian pengen aku tulis di tulisanku selanjutnya 🙂 Have a great time! Salam hangat dari KOREA SELATAN :*

Contact me :

  1. Youtube

  2. Instagram

  3. Line

Advertisements

One thought on “Kuliah Part I : UTS Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s