Detik-detik Keberangkatan dan Sesampainya di Korea

5081256cb6bb68408e85b1d5faa60b1aimages202

Perjalanan panjang dan rumit untuk mendaftar telah dilalui. Tahap demi tahap telah dilewati, hingga akhirnya sampailah di saat para penerima beasiswa KGSP untuk berangkat ke negara gingseng. Sekitar pertengahan Januari, NIIED akan mengumumumkan peserta KGSP yang akan berangkat. Pengumuman dilakukan di web resmi http://www.studyinkorea.go.kr/ . Pengumuman yang tertera akan mengumumkan nama penerima beasiswa, universitas untuk belajar S1 beserta jurusan yang ia pilih, dan universitas bahasa untuk satu tahun. Seperti yang telah tertulis pada postingan sebelumnya, universitas bahasa tidak bisa dipilih sendiri, melainkan dipilihkan oleh pihak NIIED dan tidak dapat diubah atau berpindah universitas. Setelah pengumuman resmi diumumkan, pelajar akan mendapatkan email dari Mrs. Lucy sebagai perwakilan NIIED, yang berisi Letter of Acceptance, pemberitahuan akan tiket pesawat, dan lembaran informasi penting untuk keberangkatan dan kedatangan.

FullSizeRender

Setelah semua informasi telah diperoleh, maka ini waktunya bagi para pelajar untuk menyiapkan dokumen keberangkatan. Dokumen penting yang harus dibawa antara lain : hasil pemeriksaan kesehatan oleh dokter (form 8 dan hasil asli leb), Letter of Acceptance yang telah diprint beberapa lembar (untuk jaga-jaga), dan tentunya visa pelajar. Untuk visa pelajar, ada dua jenis visa yang akan dibuat. Untuk tahun pertama di saat masih belajar Bahasa Korea, jenis visa akan dibuat adalah D4. Di sana akan tertulis bahwa visa ini hanya berlaku untuk satu tahun dan pemegang visa sedang belajar Bahasa Korea. Setelah pelajar menyelesaikan studi Bahasa Korea dan akan pindah ke universitas lain untuk jenjang S1, visa harus diubah menjadi D2. Visa ini nantinya harus diganti dan diurus sendiri di saat telah sampai pada batas waktu. Pelajar harus mengurusnya sendiri di kantor Kedutaan Indonesia yang ada di Korea Selatan dan kantor imigrasi.  Visa D4 tidak dapat meminta ijin untuk mancari part-time job, karena jika pelajar ingin mencari part-time job, maka pelajar harus meminta ijin kepada kantor imigrasi dengan persyaratan visa D2. Syarat-syarat untuk membuat visa D4 bagi pelajar beasiswa KGSP di Jakarta adalah :

  1. Formulir aplikasi visa yang bisa didapatkan di kantor kedutaan
  2. Fotokopi akte kelahiran
  3. Fotokopi KTP
  4. Fotokopi Kartu Keluarga
  5. Fotokopi paspor
  6. Foto terbaru dengan background putih dan telinga terlihat, 4x6cm, 2 lembar
  7. Legalisir ijazah terakhir
  8. Paspor asli
  9. Print out Letter of Acceptance

Saat mengisi formulir, akan ada kolom tiket pesawat, keberangkatan, dan kedatangan. Pada kolom tersebut, kolom pesawat tidak perlu diisi, hanya kolom keberangkatan dan kedatangan saja yang diisi. Pengisiannya pun hanya diisi dengan tanggal perkiraan keberangkatan dan kedatangan. Alamat tujuan di Korea Selatan diisi dengan alamat universitas pertama yang akan dituju (intitusi untuk belajar Bahasa Korea). Pembuatan visa D4 untuk penerima beasiswa KGSP, GRATIS. Setelah mengisi formulir dan menyerahkan segala persyaratan, pelajar akan mendapatkan bukti pembayaran yang bertuliskan “gratis” yang nantinya akan digunakan untuk mengambil paspor yang berisi visa D4. Pembuatan visa membutuhkan waktu lima hari kerja. Penulis menyarankan agar datang ke kantor Kedutaan Korea Selatan (Kedutaan Besar Korea, Jl. Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta 12950) sebelum pukul 9.00 dan pada hari Senin, agar hari Jumat sudah dapat diambil, karena kantor tutup pada hari Sabtu. Pelayanan untuk mendaftar visa dimulai sejak pukul 9.00-12.00 wib, sedangkan pengambilan visa yang telah jadi dimulai pada pukul 14.00-16.00 wib. Sebelum datang untuk mengambil visa, pelajar diharapkan menelpon ke nomor telpon yang tertera di bukti transaksi untuk menanyakan apakah visanya sudah jadi. Kode visa juga tertera pada bukti transaksi. Setelah visa sudah di tangan, maka pelajar harus mengirimkan scan visa D4 dan data diri pada paspor ke email Mrs. Lucy, perwakilan NIIED yang akan menghubungi peserta KGSP.

Sekitar dua minggu setelah pengumuman resmi dari NIIED dan setelah pelajar mengrimkan scan visa D4 beserta data diri yang ada di paspor, Mrs. Lucy akan mengirimkan dokumen excel berisi data tempat/ kota keberangkatan dan kedatangan. Pelajar dapat mengisi kolom keberangkatan dengan kota terserah mereka, selama ada bandara di kota tersebut (internasional/ nasional). Namun jika kota tersebut hanya memiliki bandara nasional, NIIED akan membelikan tiket pesawat dari bandara tersebut ke bandara Soekarno Hatta. Kolom kedatangan diisi dengan kota tujuan pertama di Korea Selatan. Pengalaman penulis, penulis mengisi kota keberangkatan, Surabaya dan kota kedatangan adalah Busan. NIIED membelikan satu paket tiket yang berisi tiga penerbangan. Juanda Surabaya- Seokarno Hatta menggunakan Garuda Indonesia, Seokarno Hatta- Incheon Seoul dan Incheon Seoul- Busan menggunakan Korean Air. Tanggal keberangkatan dapat memilih, hanya saja pilihan tanggalnya hanya ada tiga. Seperti penulis alami, pilihan tangal keberangkatan hanya tanggal 17,18,19 Februari. Meski pelajar dapat memilih, namun ketentuan akhir tetap terserah NIIED yang akan memilihkan, karena keberangkatan akan disamakan dengan pelajar lainnya dari satu negara. Tiket akan dibelikan NIIED menggunakan GTR (Government Transportations Request).

tiket

Jumlah maksimal kabin international biasa adalah 25kg, namun NIIED akan membuat permintaan khusus kepada maskapai untuk membolehkan pelajar membawa (hanya) 1 bagasi dengan berat maksimal 32kg dan (hanya) 1 tas kabin maksimal 7kg.

bagasi

Setelah semua telah lengkap, inilah saatnya berangkat ke negara gingseng yang terkenal dengan make up dan kpopnya ini. Beberapa dokumen penting yang harus dibawa dan mudah untuk dikeluarkan dari tas (jika tiba-tiba membutuhkan) adalah :

  1. Print out Letter of Acceptance
  2. Print out e-ticket
  3. Paspor
  4. KTP
  5. Bukti free pass 32kg untuk bagasi

Dari Jakarta menuju Seoul membutuhkan waktu sekitar 8 jam (tanpa transit). Pesawat yang digunakan bisa juga selain Korean Air, seperti Asiana. Sesampainya di kota tujuan di Korea Selatan, pihak universitas bahasa akan menjemput dan membawa banner besar bertuliskan KGSP di pintu gerbang kedatangan. Harus diketahui, pihak universitas bahasa akan memberitahu titik kumpul di bandara untuk penjemputan, sebelum pelajar berangkat ke Korea.

Sesampainya pelajar di universitas bahasa, perwakilan universitas akan membantu untuk mengambil kunci asrama, karena asrama sudah ditentukan sebelum pelajar sampai di Korea. Pembayaran asrama akan dilakukan setelah pihak NIIED mengirimkan uang. Pembayaran asrama dimulai pada bulan Maret, sehigga 2 minggu pada bulan Februari saat sudah menempati asrama dianggap gratis. Harga asrama setiap univeritas berbeda-beda. Contohnya : Dongseo University, 460.000KRW untuk satu semester. Kyunghee University, 200.000KRW-290.000KRW perbulan. Silla University, 240.000KRW perbulan, dll. Universitas bahasa akan membantu membuat asuransi kesehatan, buku tabungan (untuk menerima uang tunjangan) dan alliance card (KTP untuk orang asing) secara kolekif dan bersama. Tata cara dan peraturan universitas akan dijelaskan saat orientasi universitas yang diadakan sebelum proses belajar dimulai.

Beberapa hari sebelum proses belajar dimulai, pelajar akan mengikuti orientasi besar yang diadakan oleh NIIED di kantor NIIED. Orientasi ini berlangsung selama 3 hari 2 malam dan hanya untuk pelajar yang baru datang, dengan kata lain, pelajar hanya akan merasakannya sekali selama ia belajar di Korea Selatan. Pelajar akan diinapkan di penginapan NIIED yang sangat bagus dan cukup mewah. Orientasi ini bersifat fun, tidak formal, karena tujuannya juga hanya untuk mengenalkan pelajar KGSP mengenai program KGSP. Pembaca dapat melihat foto-foto orientasi yang penulis ikuti tahun ini, di link https://photos.google.com/share/AF1QipP_M857Mgz3d2MYLNggC3ARq6j0UT1pYvOJKHBrJNMBvA1G3qAvw9iga_lpMJDzew?key=VmE4ZmVCdXp4aVlrWUhVYnFxZUZQYTZFd3Z6enNR

Orientasi telah dilalui, makan inilah waktunya untuk para penerima beasiswa KGSP menulis kisah hidupnya menjadi pelajar internasional. Bekerja keras dan tetap mempertahankan apa yang telah didapatkannya dengan susah payah. Kemudian memetiknya di akhir perjalanannya sebagai alumni pelajar internasional KGSP lima tahun kedepan.

“Sekian dari tulisan saya. Untuk aktivitas lebih banyak, bisa check di webs di bawah ini :)”

  1. Youtube

  2. Instagram

  3. Line

Advertisements

3 thoughts on “Detik-detik Keberangkatan dan Sesampainya di Korea

  1. semangat buat kak rani!!!!
    seneng bisa tahu pengalaman kak rani
    dan aku gak salah kalo kak rani memang orang surabaya
    menginspirasi kak semoga di tahun yang akan datang aku bisa kesana
    aku juga orang surabaya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s